1402
serangan Tamerlane ke Anatolia, menjadikan Sultan Bayezid I (turki utsmani) sebagai tahanan.
1402
Di thn 1402, Mohammed bin Tughlak melancarkan serangan Muslim pertama ke Himalaya.
Raja Nepal tahu benar akan nasib raja2 Hindu dinegara tetannganya dan menolak utk bertemu
dgn tentara Muslim di perbatasan kekuasaannya.
Raja Nepal yg lihai ini menarik tentaranya kedalam wilayah bersalju Himalaya dan menggabungkan
kekautan dgn tentara raja Tibet, begitu Tughlak menegaskan tujuannya untuk memukul rata Tibet
begitu ia berjaya di Nepal.
Tentara jihadis Muslim berbaris melewati desa2 Nepal dan membakari tanah2 pertanian di bagian atas Himalaya yang bersalju dimana rumput tidak bisa tumbuh. Tentara jihadis Muslim yang berjumlah besar tapi letih itu melanjutkan perjalanan untuk menyerang dan megnuasai Kastha-Madapam (Kathmandu) dan Lhasha.
Tapi semakin dalam Tentara jihadis Muslim bergerak kedalam Himalaya, Tentara jihadis Muslim semakin kedinginan dan kelaparan.
Tentara jihadis Muslim terus bergerak dalam unit2 yang lebih kecil, masing2 lewat lembah yang berbeda.
Disitulah, disebuah jalan sempit bernama Pokhra, Tentara jihadis Muslim diserang gabungan pasukan kafir Nepal
dan Tibet.
Gurkha2 yang pandai berperang ini membabat mereka habis. Tentara jihadis Muslim dibantai sampai hanya seorang
saja yang selamat--dan beberapa orang yang luka2-- untuk menyampaikan berita ini ke sang sultan tuglak.
Setelah pembantaian atas Tentara jihadis Muslim yang getir ini, tidak pernah lagi ada penguasa Muslim yang
ngotot menyerang Nepal.
Dan oleh karena kepandaian raja kafir Nepal dan Tibet ini,..Nepal sampai saat ini masih bertahan
sebagai kerajaan Hindu, bersama dengan Assam dan Orissa, sementara selama 700-800 tahun sebagian India
dihancurkan oleh tirani Muslim yang cinta damai.
Hanya kemenangan lewat teror ala Gurkha yang bisa menyelamatkan karakter Hindu Nepal.
kalau sampai Tentara jihadis Muslim berhasil menghancurkan Nepal, maka tentulah orang2 Gurkha harus masuk Islam dan dijaman sekarang Gurkha2 Muslim ini akan menteror sisa2 Hindu di Nepal utk masuk Islam dan melanjutkan
serangan2 teror melawan India.
Kuil2Pashupatinath, Bhaktapur, Patan dan Hanuman Dhokha sudah pasti akan dihancurkan dan dijadikan mesjid
seperti yang dilakukan terhadap Kashi, Ayodhya, Mathura dan banyak tempat lainnya di India, Pakistan dan Kashmir.
1405
Perang saudara yang disebut Perang Paregreg diperkirakan terjadi pada tahun 1405-1406, antara
Wirabhumi melawan Wikramawardhana.
Perang ini akhirnya dimenangi Wikramawardhana,
semetara Wirabhumi ditangkap dan kemudian dipancung. Tampaknya perang saudara ini melemahkan kendali Majapahit atas daerah-daerah taklukannya di seberang lautan.
Pada kurun pemerintahan Wikramawardhana, serangkaian ekspedisi laut Dinasti Ming yang dipimpin oleh laksamana Cheng Ho, seorang jenderal muslim kasim China (sudah dikebiri alias bencong),
tiba di Jawa beberapa kali antara kurun waktu 1405 sampai 1433. Sejak tahun 1430 ekspedisi Cheng Ho ini telah menciptakan komunitas muslim China dan Arab di beberapa kota pelabuhan pantai utara Jawa, seperti di Semarang, Demak, Tuban, dan Ampel; maka Islam pun mulai memiliki pijakan di pantai utara Jawa
1426
berakhirnya pemerintahan Wikramawardhana, dan diteruskan oleh putrinya, Ratu suhita, yang memerintah pada tahun 1426 sampai 1447. Ia adalah putri kedua Wikramawardhana dari seorang selir yang juga putri kedua Wirabhumi.
1445
Bong Swi Hoo(Sunan Ampel) datang di Jawa. Bong Swi Hoo ini menikah dengan Ni Gede Manila yang merupakan anak Gan Eng Cu (mantan Kapitan China di Manila yang dipindahkan ke Tuban sejak tahun 1423). Dari perkawinan ini lahirnya Bonang yang kemudian dikenal sebagai Sunan Bonang. Bonang ini diasuh oleh Sunan Ampel bersama dengan Giri yang kemudian dikenal sebagai Sunan Giri.
1447,
Suhita mangkat dan pemerintahan dilanjutkan oleh kertawijaya , adik laki-lakinya. Ia memerintah hingga tahun 1451.