Friday, May 31, 2013

jejak sejarah bali abad xv bagian 2 (1451-1500)

jejak sejarah bali abad xv bagian 2 (1451-1500)

1451:
Di kerajaan khilafah sunni Ottoman Turki, Kematian Murad II; digantikan  oleh anaknya Muhammad II.

 1451.
Setelah Kertawijaya wafat,  bhre pamotan menjadi raja dengan gelar Rajasawardhana dan memerintah di Kahuripan. Ia wafat pada tahun 1453 AD. Terjadi jeda waktu tiga tahun tanpa raja akibat krisis pewarisan takhta.


1453 
Mehmed II  menaklukkan Kota Konstantinopel pada tanggal 29 Mei 1453 pada usia 21 tahun.
Kota tersebut menjadi ibukota baru Kesultanan Utsmaniyah. Sebelum Mehmed II terbunuh,
pasukan Utsmaniyah berhasil menaklukkan Korsika, Sardinia, dan Sisilia. Namun sepeninggalnya,

rencana untuk menaklukkan Italia dibatalkan.

jatuhnya konstatinopel  ke tangan islam turki Utsmaniyah.
menyebabkan jalur perdagangan antara Eropa dan Asia Barat di Laut Tengah terputus.
Para pedagang terpaksa mencari jalur lain ke sumber rempah-rempah dan hal tersebut membawa
bangsa Eropa ke kepulauan Nusantara.

1454:
kekaisaran khilafah islam sunni Ottoman Turki, melakukan Serangan terhadap Wallachia, Wallachia menjadi negara bawahan dari Turki.

1456:
Di kerajaan khilafah  Ottoman Turki, mengAneksasi dari Serbia.


1456
girisawardhana, putra Kertawijaya, naik takhta. Ia kemudian wafat pada 1466.

1461: Di kerajaan Ottoman Turki, Aneksasi Bosnia dan Herzogovina. Dalam Burji Mamluk kerajaan, Kematian Saifuddin Inal, suksesi putranya Shahabuddin Ahmad. Shahabuddin Ahmad digulingkan oleh Mamluk Jenderal Saifuddin Khushqadam.

1462:
kerajaan islam sunni Ottoman Turki, mengAneksasi Albania.

1465:
Di kerajaan Golden Horde, Kematian Said Ahmad, disuksesi oleh putranya Khan Ahmad.
Di Maroko, terjadi Pembunuhan Abdul Haq. Akhir kekuasaan Mariniyyah.


1466
Singhawikramawardhana naik tahta. Singhawikramawardhana memindahkan ibu kota kerajaan lebih jauh ke pedalaman di daha (bekas ibu kota kerajaan kediri) dan terus memerintah disana hingga digantikan oleh putranya ranawijaya pada tahun 1474.

1468
pangeran Kertabhumi memberontak terhadap Singhawikramawardhana dan mengangkat dirinya sebagai raja Majapahit.

1469:
Kematian Abu Said di kekaisaran islamiah Timurids, , disintegrasi negara Timurid. Di Khurasan Hussain Baygara berkuasa dan memerintah selama tahun-tahun yang tersisa dari abad kelima belas.

1472: 
Di Maroko, Muhammad al Sharif Jati digulingkan oleh Wattisid  yang menetapkan pendirian kekuasaan dinasti Wattisid.

1473: 
kekaisaran islam Ottoman Turki, melakukan Perang melawan Persia, Persia dikalahkan.

 1474
 ranawijaya naik tahta. Menurut prasasti Jiyu dan Petak, Ranawijaya mengaku bahwa ia telah mengalahkan Kertabhumi  dan memindahkan ibu kota ke Daha (Kediri).


1475:
kerajaan khilafah islamiah sunni Ottoman Turki, mengAneksasi Crimea. melakukan Perang melawan Venesia. Tukey menjadi master dari Laut Aegea.


1478. 
ada dua kejadian besar yang langsung menyangkut nasib bumi Jawa tahun ini : berdirinya Kesultanan Demak dan perebutan kekuasaan di ibukota Majapahit.

Pada tahun itulah raja pertama Demak mulai memerintah. Di catatan-catatan Jawa dia disebut dangan nama Raden Patah. Dari kata Arab : Al Fatah, berarti kemenangan gemilang. Pada awalnya, dia masih mengakui Maharaja Majapahit sebagai atasannya.

Dari gelarnya, yaitu raden, dapat diduga ia bertalian darah dengan penguasa lama. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa ia adalah anak Maharaja Majapahit terakhir, yaitu Brawijaya. Sedangkan ibunya adalah selir raja, seorang wanita Cina muslim. Tempat kelahirannya adalah Palembang. Konon ibunya dalam keadaan mengandung ketika ‘dihadiahkan’ kepada Gubernur kesayangan Maharaja di Sumatera Selatan itu.

 Ditemukan juga nama Panembahan Jimbun sebagai gelar raja itu. Kaum peranakan Cina di Jawa menganggap nama itu berasal dari kata Cina : Jin Bun, yang berarti ‘orang kuat’. Fakta ini sepertinya memperkuat anggapan bahwa ia benar-benar putra Maharaja Majapahit terakhir yang beristrikan wanita Cina. tetapi HJ de Graaf menduga kata ‘Jimbun’ pada gelar Raja Demak pertama itu berasal dari sebuah wilayah di sekitar Demak yang bernama sama, tempat kelahiran sang raja.

 Menurut catatan orang Eropa, nama penguasa Demak pertama itu adalah Pate Rodin (Sr) . De Graaf memperolehnya dari buku Summa Oriental tulisan Tome Pires, seorang duta Portugis dari Malaka yang mengunjungi Jawa pada awal abad XVI. Ilmuwan Belanda itu memperkirakan nama sang penguasa mungkin adalah ‘Kamaruddin’ atau ‘Badruddin’.

 Dari buku yang sama dan juga dari dokumen Kerajaan Banten, didapatkan bukti bahwa Raja Demak tersebut bukanlah keturunan Maharaja Majapahit. Di dokumen Kerajaan Banten, ia disebut dengan nama Arya Sumangsang. Ia adalah anak Patih Adipati (gubernur) Demak bernama Cek Ko Po yang beretnis Cina. Sedangkan penguasa Demak pada waktu itu adalah bawahan Majapahit bernama Lembu Sora. Mungkin ia yang bergelar Kertabhumi.

Cek Ko Po, menurut Sejarah Banten, adalah seorang Cina muslim yang berasal dari Gresik, Jawa Timur. Dengan keahliannya dalam berniaga, ia menjadi kaya raya. Dengan kekayaanya tidak aneh jika ia menjadi orang terpandang di kota Demak. Melihat kemampuannya itu, penguasa Demak kemudian mengangkatnya menjadi ‘Patih’.

‘Patih’ yang dimaksud belum tentu merujuk pada jabatan patih seperti yang disandang oleh patih raja Jawa pada umumnya. Tugas pejabat patih pada jaman kuno adalah mengatur segala hal - ekonomi maupun militer - agar pemerintahan dapat berjalan lancar (mirip dengan perdana menteri pada jaman sekarang). Bisa juga yang dimaksud dengan ‘patih’ disana adalah semacam pemimpin masyarakat Cina. De Graaf memperkirakan, (pada awalnya ia) tak lebih dari ‘Kapitan’ Cina, seperti yang lazim dipakai di jaman yang lebih kemudian.


 Meskipun hanya menjabat sebagai ‘patih’ penguasa daerah bawahan (ataupun sebagai ‘Kapitan’ Cina), ternyata ia sangat berjasa kepada Maharaja Majapahit. Cek Ko Po-lah yang ‘memimpin’ ekspedisi militer penghukuman atas Palembang dan Cirebon yang membangkang.
Tidak jelas, apakah Cek Ko Po turun langsung sebagai panglima operasi militer atau hanya mendukung secara finansial. Melihat latar balakangnya yang sukses sebagai pengusaha, agaknya ia membantu dengan kekayaannya. Dan bantuannya itu sangat bermanfaat.


Menurut aturan, yang menjadi panglima seharusnya adalah Lembu Sora/Kertabhumi. Karena Demak merupakan wilayah ‘dalam’ (bukan berstatus mancanegara) Majapahit yang berada di ujung paling barat. Tetapi rupanya ia mendelegasikan wewenang kepada ‘patih’nya itu.

Pada waktu ekspedisi itulah konon anak Cek Ko Po dilahirkan. 

Entah dengan cara mengawini putri Penguasa Demak (Lembu Sora / Kertabhumi)  ataukah dengan cara membunuhnya, yang jelas pada akhirnya anak Cek Ko Po ( Pate Rodin sr) malah menjadi Raja di Demak. Dan ternyata, Maharaja Majapahit – sebagai atasan Demak – tidak melakukan tindakan apapun atas penyimpangan itu.

Ternyata, pemerintah pusat Majapahit salah melakukan perhitungan politik. Membiarkan kejadian di Demak ternyata membuat turunnya wibawa Maharaja di mata penguasa-penguasa daerah lain, terutama penguasa-penguasa yang mulai beralih beragama Islam. Apapun alasannya, Maharaja tidak bisa mengubah keadaan. Insiden Demak membuktikan dengan nyata : Majapahit yang dulu perkasa, sekarang sudah tidak bergigi lagi.


 1478
Ranawijaya mengalahkan Kertabhumi dan mempersatukan kembali Majapahit menjadi satu kerajaan. Ranawijaya memerintah pada kurun waktu 1474 hingga 1519 dengan gelar Girindrawardhana. Meskipun demikian kekuatan Majapahit telah melemah akibat konflik dinasti ini dan serangan2 kerajaan-kerajaan Islam di pantai utara Jawa.
Cabang keluarga Kediri ini (Girindrawardhana) lebih muda dan sebenarnya tidak berhak menduduki tahta. Cabang keluarga yang sebenarnya lebih berhak, karena lebih senior, adalah cabang Sinagara. Salah satu keturunannya adalah Lembu Sora / Kertabhumi yang berkuasa di Demak. Maharaja mendapatkan keuntungan karena ‘saingan potensial’ itu sudah disingkirkan oleh ‘patih’-nya sendiri. Istilah Jawanya : Maharaja melakukan ‘nabok nyilih tangan’ = memukul dengan cara meminjam tangan orang lain.

1480
Ratusan orang kafir katolik Italia dibantai tahun 1480 ketika orang-orang Turki dari kerajaan
Khilafah islamiah sunni Ottoman menyerbu kota Otranto di Italia selatan dan memaksa
 penduduk kafir katolik di sana masuk agama Islam yang damai. 

Ketika penduduk menolak, pasukan kerajaan khilafah islam sunni Ottoman Turki itu memenggal kira-
kira 800 orang pria kafir katolik dan anak2 laki-laki kafir katolik,
yang kemudian oleh orang-orang kafir Katolik disebut sebagai "martir  dari kota Otranto".

Pada 2013 Paus Fransiskus telah mengangkat orang-orangsucinya yang baru, 
termasuk ratusan orang kafir katolik Italia yang dipenggal dalam abad  ke-15 karena tidak mau
masuk Islam ini.
Dalam upacara kanonisasinya yang pertama sejak ia diangkat menjadi Paus bulan Maret 2013,

Pengangkatan orang-orang itu sebagai orang suci telah disetujui oleh Paus Benediktus, 
pendahulu Paus Fransiskus, ketika Paus Benediktus mengumumkan pengunduran dirinya
bulan Februari 2013.


1481
Bayezid II naik tahta sebagai Sultan Ottoman.
Setelah kematian Mehmed II, Bayezid II bertengkar dengan saudaranya Cem yang juga anak Mehmed II,
yang mengklaim tahta Sultan Ottoman dan mencari dukungan militer dari Mamluk di Mesir.
Setelah Cem dikalahkan oleh pasukan Bayezid II, Cem lari dan mencari perlindungan ke Knights St John
di Rhodes . Akhirnya, Ksatria Cem diserahkan kepada Paus Innocent VIII (1484-1492).
Paus mau menggunakan Cem sebagai alat untuk mengusir Turki keluar dari Eropa,
tapi upaya tersebut gagal, Cem mati di penjara Neapolitan.

Seperti ayahnya Mehmed II, Bayezid II adalah pelindung
budaya barat dan timur dan tidak seperti sultan lainnya, bekerja keras untuk memastikan kelancaran
politik domestik, yang membuatnya mendapatkan julukan "Yang Adil".

Sepanjang pemerintahannya, Bayezid II terlibat dalam berbagai kampanye untuk menaklukkan Venesia
despotate , yang mendefinisikan daerah ini sebagai kunci untuk masa depan kekuatan angkatan laut
Ottoman di Timur Mediterania apabila berhasil ditaklukkan .
Yang terakhir dari perang-perang ini berakhir pada 1501 dengan
Bayezid II yang mengontrol dari benteng utama Mistra dan Monemvasia .
Bayezid melarang semua percetakan di Arab dan Turki, larangan abadi dalam dunia Islam ini
sampai tahun 1729. Pada akhir pemerintahannya sekali lagi terjadi perebutan kekuasaan di antara
anaknya sendiri yaitu antara Selim I dan Ahmet.

 1481
Gan Si Cang / Sunan Kali Jaga yang masa mudanya bernama Raden Said (Putra Gan Eng Cu yang lain yang adalah Kapitan China di Semarang.) memimpin pembangunan Masjid Demak dengan
tukang-tukang kayu dari galangan kapal Semarang. Tiang penyangga masjid itu dibangun dengan model konstruksi tiang kapal yang terdiri dari kepingan-kepingan kayu yang tersusun rapi.
Tiang itu dianggap lebih kuat menahan angin badai daripada tiang yang terbuat dari kayu yang utuh.

1488:
Dalam kekaisaran Uzbegs, Kematian Haider Sultan, disuksesi oleh keponakannya Shaybani Khan.
Di Tunisia, Kematian Abu Umar Othman setelah berkuasa 52 tahun, disuksesi oleh Abu Zikriya Yahya.

1489:
Di Tunisia, Abu Yahya Zikriya digulingkan oleh Abul Mumin.

1489,
Daghyang Nirarta datang ke Bali dengan membawa ajaran-ajaran yang sudah dipengaruhi oleh peta politik global saat itu (peta politik global abad 15 ), yaitu konsep kasta-kasta dan perbudakan. Nirarta juga melarang anak-anaknya beserta keturunannya untuk menyembah patung-patung.

Di Lombok Nirarta mengajarkan Islam wetu telu, ajarannya dapat dilihat dalam geguritan Islam wetu telu, beliau diberi gelar Haji Duta semeru, konon entah benar apa tidakbeliau sudah pernah naik haji ke Mekkah.

Ada ceritra kesamaan kemampuan antara Nirarta dengan Syekh Siti Jenar yaitu sama-sama
mampu menghidupkan cacing jadi manusia.
Menurut Babad Brahmana, sewaktu Nirarta tiba di Bali, Nirarta membaca mantra, didengar oleh
seekor cacing kalung, cacing kalung tersebut kemudian menjadi Manusia diberi nama Nyi Berit, yang
dikemudian hari menjadi salah satu istrinya dan beranak-pianak sampai sekarang. Dan mengaku “berkasta Brahmana”.

Karena kesaktiannya Nirarta diangkat jadi Bagawanta kerajaan di Gelgel. Pada saat itu yang menjadi
penguasa di Gelgel adalah Dalem Waturenggong (1460-1550). Atas usul Danghyang Nirarta sang
puruhita kerajaan gelgel, masyarakat Bali di Restukturisasi menjadi berbagai macam kasta.
Untuk meresmikan hal ini di masyarakat, struktur baru ini dimasukkan dalam lontar-lontar
pedoman seperti Widhisastra Saking Nithi Danghyang Dwijendra.

Semenjak itu munculah Kasta yang dilekatkan kepada agama Hindu
di Bali. Kasta Brahmana hanya dimonopoli  anak-anak dan keturunan
Danghyang Nirarta saja, termasuk juga keturunannya yang berasal dari Ibu
jelmaan cacing kalung(Nyi Berit), sementara orang2 baliaga diturunkan pangkatnya
menjadi panjak (budak) meskipun berprofesi sebagai pendeta (pemangku).

Kasta Ksatrya hanya diambil dari keturunan dalem Gelgel serta Wesya dan sudra yang terdiri dari penduduk Bali Age.
Awig- Awig (undang2) ini di sahkan oleh dalem Waturenggong. Setelah kasta-kasta ini disahkan,
diberlakukan juga perbudakan. Raja-Raja Bali dengan dukungan Kelompok yang mengaku “Brahmana” membuat awig-awig untuk mengesahkan perbudakan.
Menghukum Rakyat Bali yang beragama Hindu (awig-awig tersebut tidak berlaku bagi umat
selain umat Hindu) yang melanggar awig-awig sebagai budak yang boleh di jual oleh Raja.
Raja-Raja Bali memperoleh Harta dengan mengekspor para budak kepada Kompeni di Batavia.

konon Sistem Kasta dan Perbudakan mengadopsi konsep- konsep Injil dan perbudakan dalam masyarakat islam Arab. konon dalam ajaran islam dan kristen dilarang memperbudak saudara2nya yg seagama, tetapi dibenarkan (dihalalkan) untuk memperbudak kafir yang menolak masuk islam.

tapi para punguasa di bali justru memperbudak saudara2nya sesama hindu.
Sistem Perbudakan yang dijadikan komoditas Ekspor oleh Raja-Raja Bali, menyumbang hampir 60 % budak-budak kepada VOC di Batavia.
Budak-budak beragama Hindu dari Bali di jual ke Batavia, Hindia Barat, Afrika Selatan, dan pulau-pulau di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.

Sebagai contoh: klan Sudira di Depok yangdisebut “Belanda Depok”, adalah orang yang berasal dari Gianyar dan tidak ada sedikitpun identitas ke Hinduan atau Bali nya yang tersisa,
Krn sbg syarat kebebasannya mrk hrs memeluk kristen spy agamanya sama dengan tuannya.
Krn dlm ajaran kristen dilarang memperbudak sesama kristen. hanya saja kalau kita tanya mereka
mengaku kakek moyangnya berasal dari Gianyar-Bali,



1498
Melalui penjelajahan samudra, bangsa Portugis telah berhasil mencapai Kalikut India (1498)

Penjelajah Portugis Vasco da Gama mendarat di Calicut, di masa kini Kerala tahun 1498.
Ini penemuan dan pembentukan sebuah rute laut ke India baru mengitari Tanjung Harapan,
memberikan dorongan untuk Portugis yang sangat ingin memanfaatkan itu untuk keuntungan mereka.
Mereka segera menyadari bahwa mereka harus memiliki sebuah pos perdagangan permanen untuk
melakukannya perdagangan secara efektif.
Berulang kali mencoba untuk melakukan hal itu sepanjang pantai Malabar (yang saat itu dikendalikan
oleh Zamorin dari Calicut) India,
terbukti sulit dan akhirnya mereka memutuskan untuk mencoba keberuntungan mereka ke sepanjang
pantai utara.

1498:
Di kerajaan manluk Burji, penggulingan Nasir Muhammad, kekuasaan diambil alih oleh Zahir Kanauh.

1499:
Dalam kekaisaran Uzbegs, Shayhani Khan menaklukkan Transoxiana.
Di kerajaan Golden Horde, Kematian Murtada, suksesi Said Ahmad III.
kerajaan islamiah Ottoman Turki, orang Turki dikalahkan armada Venetian dalam pertempuran Lepanto.


1500: 
Di kerajaan islam Mamluk burji, Zahir Kanauh digulingkan oleh Ashraf Gan Balat.