Tuesday, June 4, 2013

jejak sejarah bali abad xvi bagian 2 (1526-1550)

jejak sejarah bali abad xvi bagian 2 (1526-1550)


1526: 
Suleiman I menawan tentera Hungary di Perang Mohacs, di mana Louis of Hungary meninggal dunia. 
Buda dan Pest dicaplok oleh Uthmaniyyah dan Hungary diumumkan sebagai negara pengikut 
khilafah islamiah sunni Uthmaniyyah.

1526: 
Pertempuran Panipat di India, dan penaklukannya oleh Moghul, oleh Babur dijadikannya ibukotanya 
di Delhi dan Agra.

1527
perang antara Kesultanan islam Demak dan kerajaan kafir hindu Daha , karena penguasa Demak adalah 
keturunan Kertabhumi. Pertempuran dimenangkan oleh Demak pada tahun 1527. 


1527.
sultan trenggano dari demak menyerbu daha kediri.  Penyerbuan Sultan Trenggano ini
dilakukan karena Kediri(daha) mengadakan hubungan dengan Portugis di Malaka seperti yang
dilaporkan Tome Pires. Demak yang memang memusuhi kapir Portugis hingga menggempurnya ke Malaka tidak rela Kediri menjalin hubungan dengan bangsa kapir itu.

Sejumlah besar abdi istana, seniman, pendeta, dan anggota keluarga kerajaan mengungsi ke
pulau Bali. karena jatuhnya Daha yang dihancurkan oleh Demak.
Ada beberapa legenda dan catatan yang menyebutkan bahwa Majapahit tidak tinggal diam dengan
kekalahannya. Legenda yang luas beredar : Majapahit akan bangkit kembali setelah 500 tahun
(berarti tahun 2027 ?). Itu adalah sumpah yang diucapkan oleh penasihat spiritual Maharaja Majapahit, Sabdopalon dan Nayagenggong menjelang kepergiannya (moksa). Nama-nama yang mungkin mengacu pada Biksu Buddha dan Brahmana Syiwa.

 1527. portugis dikalahkan oleh pasukan Demak yang sudah bercokol di sunda kelapa. Kedatangan armada Portugis itu adalah untuk melaksanakan perjanjian 1522 dengan Raja Pajajaran, pemilik sah Sunda Kelapa. Mereka didahului oleh pasukan Demak yang dipimpin oleh Syarif Hidayatullah. Kejadian itu membuat Sunda Kelapa diubah namanya menjadi Jayakarta (artinya adalah kota kemenangan, disingkat Jakarta) oleh orang-orang Demak.


1528, Raja Muda Portugis di Malaka menerima Duta Besar dari Kerajaan Blambangan yang diutus lewat pelabuhan Panarukan. Karena selama berabad-abad Blambangan adalah wilayah Majapahit, dengan merdekanya wilayah itu, berarti Kemaharajaan atasannya (majapahit daha) sudah tidak ada lagi.

1529
Suleiman yang Agung (1520-1566) melakukan serangan ke Kota Wina tahun 1529, namun gagal 
menaklukkan kota tersebut setelah musim dingin yang lebih awal memaksa pasukannya untuk mundur.

1530
Surabaya dan Pasuruan takluk kepada Demak. Demak merebut Balambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur Jawa.

 1530-an
Persekutuan Aceh-Turki Utsmani(negara adidaya saat itu) secara tak resmi sudah ada sejak tahun 1530-an. Sultan Alauddin al-Qahhar berkeinginan mengembangkan hubungan tersebut, untuk mencoba mengusir Portugis dari Malaka, dan memperluas kekuasaannya di Sumatera.

Menurut Fernão Mendes Pinto, Sultan Aceh merekrut 300 prajurit Utsmaniyah, beberapa orang Abesinia dan Gujarat, serta 200 saudagar Malabar untuk menaklukkan Tano Batak pada tahun 1539.

1534: 
Suleiman I dari khilafah islamiah sunni utsmaniah melakukan kempanye ketenteraan(perang) terhadap khilafah islamiah syiah Safawiah, Shah Tahsmab dan mengalahkan Van, Baghdad, dan Tabriz.


1535 Di daerah Sengguruh (wilayah Malang Selatan sekarang), keturunan Gusti Pate / Patih Udara dengan sisa-sisa kekuatan Majapahit yang ada, masih melakukan perlawanan bersenjata terhadap kekuasaan demak. Diberitakan bahwa pada 1535 (8 tahun setelah jatuhnya Ibukota Majapahit daha), pasukan dari Sengguruh itu berhasil menguasai kota pesisir utara Giri (Gresik), sebuah kota Islam.
1535 juga, pasukan Islam Demak berhasil menguasai Pasuruan, mungkin lewat penyerangan dari laut.
Jatuhnya Pasuruan ini memutus jalur perhubungan dari Sengguruh ke Gresik. Suatu keadaan yang
(dari sudut pandang militer) sangat membahayakan.
Perlawanan Sengguruh baru dapat dipatahkan pada tahun 1545. Berjarak 18 tahun sejak Ibukota
Majapahit direbut.

1535 
Di sebelah timur, Kesultanan islam sunni Utsmaniyah berhasil menaklukkan Baghdad dari khilafah islamiah syiah Persia, mendapatkan kontrol wilayah Mesopotamia dan Teluk Persia.

1537
dang hyang nirartha datang ke Bali pada tahun 1537 untuk menjadi kepala penasehat  kerajaan Gelgel yang diperintah oleh Raja Dalem Baturenggong . Dia meninggalkan Blambangan , Jawa dengan keluarganya awal tahun itu. Dia meninggalkan  kerajaan Blambangan setelah salah satu istri dari penguasa blambangan telah jatuh ke dalam cinta tak berbalas dengan dia.  

 1538
Di Samudra Hindia, Suleiman(sultan turki) memimpin beberapa kampanye laut terhadap Portugal dengan tujuan mengusir mereka dan mengamankan jalur perdagangan dengan India.
Aden di Yemen direbut oleh turki Utsmaniyah pada tahun 1538 untuk dijadikan basis serangan terhadap jajahan Portugal di pantai Barat India.


1538
Pada bulan September 1538, turki Utsmaniyah gagal mengalahkan Portugal dalam Pengepungan Diu dan terpaksa kembali ke Aden(yaman). Dari Aden, tentara Utsmaniyah dipimpin Sulayman Pasha dapat mengambil alih seluruh wilayah Yemen serta Sa'na. Akan tetapi, Aden memberontak dan meminta bantuan Portugal,  sehingga Portugal menguasai kembali kota tersebut, hingga direbut lagi oleh pasukan Utsmaniyah di bawah pimpinan Piri Reis pada tahun 1548.

 1538
Al-Qur’an pertama kali dicetak dengan the moveable type, (jenis mesin cetak yang ditemukan oleh Johannes Gutenberg sekitar 1440 M di Mainz, Jerman) oleh pastur Paganino dan pastur father Alessandro Paganini (pendeta katolik ayah dan anak,  keduanya juga ahli pencetakan dan penerbitan),
antara 9 Agustus dan 9 Agustus 1538 di Venice, Itali (sekarang lebih dikenal dengan Venesia. Sarjana Islam menyebut kota ini dengan al-Bunduqiiyah).

Sebagian informasi menyatakan bahwa cetakan ini konon tidak beredar karena dilarang Gereja Katolik.  konon Akhirnya alquran hasil cetakan tersebut dimusnahkan.

Namun informasi lain menyatakan hal yang berbeda. Konon, al-Qur’an2 cetakan yang dibuat oleh
pendeta Paganino dan Alessandro Paganini akan dikirim ke Imperium Ottoman. Ketika Alessandro Paganini pergi ke Istanbul untuk menjual produknya (al-Qur’an cetakan), Kaisar Ottoman tidak menyambutnya dengan hangat karena banyak kesalahan di dalamnya, apalagi yang mencetak adalah orang yang dianggap kafir penyembah berhala patung kristus (non-muslim).

Memang, sultan Ottoman, Bayazid II (1447 atau 8-1512 M) dan Salim I (1470-1520 M) pernah mengeluarkan larangan penggunaan buku-buku yang dicetak.

Quran aseli yang dibeli oleh pastor father Paganini and son aslinya berbahasa Persia, kemudian oleh sang Pastor diterjemahkan dari bahasa Persia kedalam bahasa latin dan baru kemudian belakangan oleh sang Pastor diterjemahkan lagi kedalam bahasa Arab yang akhirnya dicetak pertama kali di
Venice pada 1537 yang katanya atas pesanan sultan Ottoman dari Turki.
Tapi sampai disini, berita selanjutnya menjadi kontroversial karena dikabarkan adanya konspirasi Vatican yang ikut campur dalam pencetakan ini yang berakhir melarang pencetakan AlQuran ini untuk memenuhi pesanan sultan Sulaiman dari Ottoman dinasty. 

Ada issue2 dari pendeta Belanda yang menyatakan AlQuran cetakan aseli pertama sang Pastor yang dibeli sultan Ottoman itu malah dihancurkan oleh sang sultan, tapi hal ini disangkal oleh pihak Vatican sendiri hingga akhirnya terbukti bahwa cetakan pertama AlQuran yang asli disimpan oleh gereja katolik Vatican disebuah biara di-Venice.

Quran cetakan pertama memang disimpan Vatican, dan
isinya sama dengan Quran yang sekarang ini.

tidak bisa dibuktikan bahwa Quran yang sekarang ini isinya sama dengan Quran yang tulisan tangan dulu pada jaman nabi seperti yang diklaim muslim selama ini,
tetapi bisa dibuktikan bahwa Quran yang sekarang sama isinya dengan Quran yang dicetak pertama kali oleh pastor Paganini and son(pendeta katolik).

Dan memang bisa dibuktikan Quran yang  dikenal sekarang adalah hasil cetakan
para pendeta Vatican yang bukan beragama Islam tetapi beragama katolik,
salah satunya Napoleon juga berjasa menyebar luaskan cetakan Quran pertama ini melalui Universitas Al-Ashar yang dibentuknya dengan mengirimkan mesin cetak Quran ini sewaktu Mesir menjadi jajahan Perancis.

umumnya umat Islam tentunya tidak perlu menyimpan maupun membaca bible,
tapi apa perlunya pendeta Katolik di Vatican mencetak, menyimpan, dan
menyebarkan alQuran yang bukan menjadi kepercayaan mereka ????

Gereja dan Pendeta Katolik itu mempercayai bible, harusnya hanya mencetak bible saja untuk
kepentingan penyebaran agama katolik
lalu apa perlunya mencetak ribuan Quran dan menyimpan
cetakan pertama yang asli itu ??

ada yang menyimpulkan bahwa Quran yang digunakan seluruh
muslimin didunia yang disebarkan dari Arab Saudia itu adalah rekayasa Vatican
oleh Pastor2 Katolik ????

Belum pernah ada study Islam yang meneliti kepentingan apa bagi Vatican yang kafir katolik itu hingga harus menyimpan dan melestarikan AlQuran yang disucikan umat Islam yang cinta damai, yang justru memusuhi agama Katolik, kristen dan yahudi ???


 1543
Terjemah al-Qur’an pertama kali ke dalam bahasa Latin dicetak di Nurenberg pada 1543 M.
Terjemahan al-Qur’an bahasa Latin dipersiapkan di Toledo oleh Robert of Ketton (Robertus Ketenensis), dibantu oleh seorang native Arab dan diedit oleh teolog Zurich, Theodore Bibliander. Edisi ini terdiri dari tiga bagian: al-Qur’an itu sendiri; sejumlah pembuktian kesalahan al-Qur’an oleh sarjana terkemuka; dan sejarah Turki. Edisi ini sukses besar dan dicetak ulang pada 1550 M.

1543
Kesultanan Utsmaniyah menaklukkan Nice dari Kekaisaran Suci Romawi(semacam uni eropa jaman dulu). 

1546 Blambangan (sekarang banyuwangi) juga tidak mau tunduk begitu saja kepada kerajaan islam demak. Penetrasi Sultan Trenggana lebih jauh ke timur pada tahun 1546 berakibat fatal bagi sang raja. 

Seorang pengelana Portugis  - Fernandez Mendez Pinto - melaporkan terbunuhnya sang raja Demak (Emperador Pangueyran de Dama) pada pertempuran di sekitar Panarukan. (Meskipun ia mengelirukannya dengan Pasuruan, yang sudah ditaklukkan Demak 11 tahun sebelumnya). 

Berita ini dapat dipercaya, karena setelah tahun itu (1546), di ibukota Demak terjadi kekacauan hebat akibat suksesi pewarisan tahta. Ada berita samar-samar yang mengatakan bahwa Raja Blambangan dibantu sepenuhnya oleh Raja Bali Selatan (Gelgel). Menurut Tome Pires, Raja Blambangan lawan Sultan Trenggana bernama Pate Pimtor (mungkin ejaan Portugis untuk gelar Binatara). 

Sedangkan Raja Gelgel yang membantunya, tidak terbantahkan, adalah dalem Batu Renggong yang perkasa. Keduanya semula mengakui Maharaja Majapahit sebagai atasannya.

Bahkan Raja-raja Bali tidak pernah takluk kepada Kerajaan Islam Jawa manapun.

Kematian mendadak Sultan Trenggana di Panarukan 1546 menimbulkan kekacauan hebat di ibukota Demak. Terjadi banyak pembunuhan balas-membalas antara pihak-pihak yang merasa berhak mewarisi tahta. Legenda tentang kekacauan itu lestari dalam buku-buku babad dan pertunjukan rakyat (ketoprak). Hampir semua orang Jawa - baik yang melek huruf maupun tidak- mengetahui kisahnya. Bahkan sangat romantis, sampai-sampai banyak sejarawan sempat meragukan kebenarannya.

Yang terbunuh mula-mula adalah putra mahkota, Pengeran Mukmin. Nama anumertanya menunjukkan dengan jelas akan nasib malangnya : Pangeran Seda ing Lepen (Pangeran Meninggal di Sungai). Ditenggelamkan di sungai ? Suatu kematian yang sangat tidak terhormat menurut adat Jawa. Awalnya tidak diketahui siapa dalang pembunuhan itu.

Pengganti Sultan Trenggana kemudian terpilih adik Mukmin yang bernama Susuhunan Prawata. Sepertinya keadaan akan menjadi damai kembali. Ia lebih dikenal sebagai orang alim yang lebih banyak mencurahkan hidupnya untuk urusan keagamaan. Dapat dilihat pada gelarnya.

Tetapi kemudian muncul ketidakpuasan dari seorang pangeran yang lain.
Pangeran ini mencurigai Prawata sebagai dalang pembunuhan di sungai itu agar dapat menguasai tahta.
Dan menuduh anggota keluarga kerajaan lainnya melakukan persekongkolan. Pangeran itu adalah putra Mukmin sendiri.
Namanya sangat terkenal di kalangan rakyat Jawa : Arya Penangsang, Adipati Jipang–Panolan
(bawahan Demak).

1546
penulis Portugis Fernao Mendes Pinto (c. 1509-1583), dalam karyanya Peregrinacam , menulis bahwa Bali adalah  pulau kafir bawahan  kerajaan  Muslim Demak jawa tetapi memberontak di tahun 1546.  Informasi ini mungkin tidak cukup dapat dipercaya. Namun, sumber Eropa  dari abad 16 dan 17-an menggambarkan Kerajaan Gelgel  memainkan peranan dan  ekspansi politik yang kuat antara jatuhnya Majapahit (c. 1527) dan kunjungan pertama Belanda ke Bali (1597) .

1547 Seorang duta Portugis bernama Manuel Pinto sempat mengunjungi Raja Demak terakhir itu (prawata).  Menurut laporannya, Sang Raja sesumbar tentang ambisinya hendak menjadi Segundo Turco (Sultan Turki Kedua) di tanah Jawa. Maksud prawata adalah ingin mengislamkan seluruh Jawa seperti Sultan Turki melakukannya di Eropa.

(Sultan Sulaiman I dari Turki, pada tahun 1547 mulai membariskan pasukannya untuk menguasai Hungaria . sebelumnya Pada tahun 1541, wangsa Habsburgs  terlibat konflik dengan turki Utsmaniyah dengan menyerang Buda. Namun penyerangan itu gagal, bahkan beberapa benteng mereka balik direbut dalam serangan balasan turki Utsmaniyah.  Ferdinand dan saudaranya Karl V kalah dan dipaksa menandatangani perjanjian yang memalukan di hadapan Suleiman. Ferdinand dipaksa melepas klaimnya atas tahta Hongaria dan diwajibkan membayar upeti dalam jumlah tetap setiap tahunnya kepada Sultan. Dengan hancurnya saingan-saingan utama, Kesultanan turki Utsmaniyah menjadi kekaisaran terkuat dan memegang peranan paling penting di Eropa ketika itu ).

Hal ini membuktikan bahwa prawata memiliki wawasan yang cukup luas sampai mengetahui kondisi politik Eropa saat itu. (Atau memiliki penasihat yang mengetahui hubungan internasional ?). prawata juga bermaksud menghalang-halangi Portugis untuk berkuasa di Sulawesi.


1549 
Arya Penangsang Pada gilirannya, menuntut balas atas kematian ayahnya yang dihinakan.
Susuhunan Prawata-pun disingkirkannya. (Mungkin juga ia merasa lebih berhak menduduki tahta).
Pembunuhan seorang raja sudah pasti menimbulkan kegegeran hebat. Keberhasilannya pasti dengan
mengerahkan kekuatan militer yang besar.
Akibatnya mudah ditebak : ibukota Demak hancur karenanya. Anggota keluarga Dinasti Demak yang lain merasa terancam karenanya. Kesultanan Islam pertama di Jawa hanya bertahan tidak lebih dari tiga generasi penguasa.
Banyak cerita romantis yang beredar luas di masyarakat. Ratu Kalinyamat (Putri Sultan Trenggana yang diberi kekuasaan di Jepara) bersumpah akan terus bertapa telanjang di kamar dalam istananya selama Arya Penangsang masih hidup. Hanya rambut panjangnya yang dijadikan sebagai penutup tubuh. Suaminya termasuk yang menjadi korban keganasan pasukan pangeran pendendam itu.

Anak Ki Ageng Pengging lebih berhasil. Nama kanak-kanaknya adalah Raden Mas Karebet. Semasa mudanya burjulukan Jaka Tingkir. Ia dimasyurkan sebagai pemuda gagah berani. Kata legenda : dia langsung diterima sebagai anggota ‘Komando Pasukan Khusus Tamtama’ setelah berhasil menundukkan kerbau liar yang mengamuk di alun-alun Demak. Selanjutnya ia mendapat karunia, salah seorang Putri Sultan Trenggana sebagai istri dan wilayah Pajang sebagai tempat kedudukan.

 Menantu Sultan Trenggana ini, juga diancam oleh Arya Penangsang. Adipati Pajang ini semula adalah seorang pendekar yang mencapai kedudukan tinggi melalui karier militer di Legiun Tamtama Kerajaan Demak.

Legiun Tamtama adalah nama Kesatuan Pasukan Khusus Kesultanan Demak. Anggotanya adalah para pemuda bebas yang memiliki ketrampilan bertarung yang hebat (pendekar). Mereka bukan berasal dari pemuda petani yang terkena wajib militer, anggota mayoritas prajurit jaman kuno. Pola rekrutmen tentara semacam ini sudah diterapkan sejak jaman Majapahit.

Sebagai mantan prajurit, tentu ia tidak gentar menghadapi ancaman Arya Penangsang. Terjadilah geger tahap ketiga, ketika pasukan Jipang–Panolan berhadapan dengan pasukan Pajang. Panglima Pajang yang paling berjasa dalam mengalahkan pasukan Arya Penangsang adalah Ki Ageng Pemanahan dan anaknya Sutawijaya. Bisa jadi, mengacu pada namanya, Pemanahan adalah komandan pasukan pemanah.

Konon Sutawijaya-lah yang berhasil menombak perut Arya Penangsang sampai ususnya terburai keluar. Tetapi Arya Penangsang belum mati karenanya. Dengan men-cantol-kan ususnya ke kerisnya (yang masih tersarung), ia masih sanggup melanjutkan perlawanan. Sampai akhirnya ia lupa mencabut kerisnya. Keris itu memotong ususnya, Arya Penangsang-pun meninggal.


Episode kegagahan Arya Penangsang yang penuh semangat meluap-luap itu diabadikan dalam upacara perkawinan adat Jawa. Setiap pengantin pria Jawa selalu dihiasi keris di punggung yang diberi untaian melati memanjang dari perut. Meniru Arya Penangsang yang sedang mencantolkan ususnya sendiri ketika bertarung mempertahankan haknya.

Berkat jasanya itu, Ki Ageng Pemanahan mendapatkan hadiah berupa tanah luas di pedalaman Jawa Tengah : Mataram. Dialah yang menjadi cikal bakal Dinasti Mataram yang berkuasa turun temurun di (sebagian) bumi Jawa sampai Abad XXI ini. Dan Sutawijaya dinaikkan pangkatnya menjadi Senapati (pangti = panglima tertinggi) Angkatan Bersenjata Kesultanan Pajang. Sekaligus dijadikan anak angkat oleh Raja Pajang Hadiwijaya.

Sang ayah tidak pernah memakai gelar yang lebih tinggi dari Ki Ageng Mataram. Jelas ia lebih merasa sebagai bawahan Pajang. Tetapi anaknya yang ambisius kelak menjadi raja pertama kerajaan (merdeka) baru yang dirintis oleh ayahnya itu. Namanya lebih dikenal sebagai Panembahan Senapati, raja Mataram pertama. Hadiwijaya tidak sempat membentuk dinasti mungkin karena tidak memiliki keturunan laki-laki.

Kisah tersebut ditulis pada abad XVII atau XVIII di Keraton Mataram. Terpaut lebih dari 100 tahun dengan kejadian yang sebenarnya. Nampak jelas kecenderungannya untuk memuliakan dan membesar-besarkan jasa pendiri Dinasti Mataram itu. Para sejarawan menyarankan untuk berhati-hati membaca legenda Jawa itu.


berlanjut ke: jejak sejarah bali abad xvi bagian 3(1551-1575)

No comments:

Post a Comment